Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 April 2010

Varises



VARISES

Bila di kaki Anda terlihat urat-urat halus menyembul di seputar betis belakang, bisa jadi Anda terkena kelainan yang disebut varises. Kelainan ini terjadi di pembuluh darah balik (vena) yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung.

Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Selain di bagian kaki, belakangan diketahui bahwa ternyata varises pun bisa terjadi di bagian lengan.

Penyebab varises:

  • Berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggup mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya.
  • Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah.

Pemicu varises :

1. Faktor keturunan
Varises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.

2. Kehamilan
Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.

3. Kurang gerak
Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.

4. Merokok
Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.

5. Terlalu banyak berdiri
Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.

6. Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis
Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.

7. Memakai sepatu hak tinggi
Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal.

Gejala terjadinya varises:

  • Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku, panas dan sakit di seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam, akibat tidak lancarnya aliran darah.
  • Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai.
  • Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy).
  • Perubahan warna kulit (pigmentasi) di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh.
  • Kaki bengkak (edema) karena adanya pembendungan darah.
  • Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelok-kelok. Keadaan ini merupakan gejala varises kronis.

Mengatasi Varises:

A. Varises jenis spider navy.
Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin, terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, kebiasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal.

Varises jenis ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu di wajah, pangkal lengan, paha, daerah lutut, pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu ke dalam kulit, untuk mengecilkan atau mengerutkan pembuluh darah.

B. Varises dalam kulit.
Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki. Mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan stocking khusus varises.

Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehingga otot dan dinding vena bisa kembali bekerja maksimal. Stocking mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penderitanya meski hanya temporer. Jadi, tetap harus minum obat.

C. Varises Reticular Varicose Veins
Ini adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan beberapa tahap:

  1. Memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah.
  2. Memberikan suntikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar.
  3. Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran darah, sehingga pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari ‘jalan lain’ melalui pembuluh vena yang normal.
  4. Setelah disuntik, Anda harus menggunakan stocking varises dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi.
  5. Olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, berenang dan joging, agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.

D. Varises kronis.
Varises tahap ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok di betis. Bila suntik tidak membuahkan hasil, maka harus dilakukan pembedahan guna memotong pembuluh vena yang rusak sehingga aliran darah kembali normal.

Ada berbagai obat-obatan yang harus Anda minum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Stocking varises juga harus dikenakan selama beraktivitas, tidak memakai sepatu hak tinggi dan berolahraga dengan melatih gerak otot kaki dan tungkai.

Cara menghindari varises:

  1. Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah menderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam. untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
  2. Lakukanlah yoga setiap hari.
  3. Jangan berdiri terlalu lama.
  4. Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
  5. Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur, di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
  6. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc.
  7. Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani.
  8. Sering-sering duduk berselonjor kaki, tungkai dan panggul.

Pengobatan alernatif untuk varises:

  • Minum jus campuran wortel, seledri dan peterseli; atau campuran wortel bayam dan ketimun; campuran wortel, bit dan ketimun; campuran wortel, bayam dan seledri atau jus selada air; yang berkhasiat memperlancar sirkulasi darah sekaligus memperkuat dinding pembuluh darah.
  • Konsumsi makanan kaya lesitin, seperti kacang kedelai; peterseli, air jahe serta pepermint yang bermanfaat memperlancar sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah.
  • Minum teh herbal yang terbuat dari bunga jeruk nipis, mint, ginko biloba dan grape seed (biji anggur).
  • Pijat aroma terapi dengan bahan minyak cypress yang berkhasiat merangsang sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah. Pilihan lainnya: minyak lavender, rosemary, mint atau lemon.
  • Berendam bergantian di air panas (suhu 41-43 derajat Celcius) dan air dingin (suhu 15 derajat Celcius), masing-masing selama 15-30 detik dan di ulang selama 30 menit, untuk melancarkan peredaran darah serta menguatkan dinding pembuluh darah.
  • Atau semprotkan kaki secara bergantian, terutama di daerah betis bagian belakang, dengan air panas dan air dingin seperti di atas.
  • Pijat refleksi di ujung saraf telapak kaki dapat membantu membuang tumpukan kristal dari sisa metabolisme di ujung-ujung syaraf, atau lakukan akupunktur dan akupresur di titik-titik tertentu.


Mengatasi kaki lelah:

Bila Anda bekerja terlalu lelah, terutama di bagian kaki seperti kerap menggunakan sepatu berhak tinggi, berjalan jauh atau terlalu berdiri, berhati-hatilah dengan gejala yang mengarah ke varises. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

Bahan:

  • 3 liter air hangat
  • 100 gr garam khusus untuk mandi
  • 2 sdm minyak almond;
  • 5 tetes minyak rosemary dan geranium; 5 tetes daun rosemary dan daun geranium segar beberapa helai (jika ada).

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan jadi satu dan tempatkan di wadah yang cukup untuk merendam kaki.
  2. Rendam kaki selama 10-15 menit sambil menggosok perlahan telapak kaki dengan garam mandi.
  3. Bila garam sudah larut, tambahkan kembali.
  4. Diamkan kaki sampai air menjadi dingin.
  5. Keringkan kaki, lalu rentangkan kaki lebih tinggi dari posisi tubuh.
  6. Lakukan relaksasi ini sambil mendengarkan musik lembut, pejamkan mata dan gunakan lampu temaram.

sumber: halohalo.co.id

Senin, 12 April 2010

Varikokel



Buat
temen - temen yang mungkin akan mendaftarkan diri dibidang militer atau yang laen mungkin artikel ini bisa membantu karena penyakit ini mungkin penyakit/kelainan yang agak asing ditelinga kita dan baru akan diketahui setelah mengikuti tes..

Varikokel adalah dilatasi abnormal dari vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna. Kelainan ini terdapat pada 15% pria. Varikokel ternyata merupakan salah satu penyebab infertilitas pada pria; dan didapatkan 21-41% pria yang mandul menderita varikokel.

Hingga kini masih kurang jelas secara pasti penyebab varikokel. Namun beberapa faktor di bawah ini dianggap sebagai pemicunya:

* Faktor genetik

Orang tua dengan varikokel memiliki kecenderungan menurunkannya pada anak. Sejak lahir, anak-anak inimewarisipembuluh-pembuluh darah yang mudah melebar.

* Makanan

Beberapa jenis makanan dengan oksidasi tinggi akan merusak pembuluh darah. Contohnya adalah makanan yang diolah dengan cara dibakar.

* Suhu

Sudah bukan rahasia lagi jika suhu tinggi bukanlah hal yang “ramahterhadap organ reproduksi pria. Para pria yang bekerja di pertambangan, juru masak profesional, atau mereka yang bekerja di tempat-tempat yang memiliki tingkat radiasi tinggi dan sejenisnya, merupakan kelompok yang riskan terkena varikokel. Soalnya, organ reproduksi mereka cenderung berada pada kondisi dengan suhu di atas rata-rata untuk jangka waktu lama.

Padahal idealnya, suhu testis adalah 1-2 derajat di bawah suhu tubuh. Suhu yang tinggi di sekitar testis dapat memicu pelebaran pembuluh darah balik di daerah itu. Awalnya, suhu tinggi ini amat berpotensi menurunkan kualitas sperma yang pada gilirannya akan meng­ganggu fungsi testis dalam menghasilkan sperma

Insidensi varikokel pada populasi pria secara umum adalah 10 -15%, sementara pria yang infertil dijumpai varikokel antara 21-41%. Hampir 50% dari pria yang varikokel menderita penurunan kualitas sperma dan sebaliknya banyak pria yang varikokel masih subur dan dapat menghasilkan keturunan.

Biasanya varikokel sebelah kiri lebih sering daripada yang kanan oleh karena perbedaan letak muaranya (faktor anatomis) .

Kelainan ini merupakan salah satu penyebab kemandulan pada pria akibat gangguan pembentukan sel sperma. Gangguan pembentukan sel sperma ini terjadi akibat kelainan aliran balik pada sirkulasi testis sehingga akan mengalami kekurangan oksigen.

Jadi biasanya pasien datang dengan keluhan beberapa tahun menikah tetapi belum mempunyai anak atau mengeluh adanya benjolan di atas testis yang terasa nyeri. Benjolan ini biasanya terasa/tampak nyata jika penderita berdiri dan menghilang jika penderita bersandar karena aliran darah ke vena tersebut berkurang.

Pemeriksaan biasanya dilakukan dengan berdiri, kemudian dilakukan perabaan. Jika diperlukan pasien disuruh mengejan terlebih dahulu. Jika memang terdapat varikokel, maka pada pemeriksaan dan perabaan terdapat bentukan seperti kumpulan cacing di dalam kantung. Terkadang sulit juga menemukan bentukan tersebut, maka dilakukan pemeriksaan pendengaran dengan alat yang disebut stetoskop Doppler

Masih terjadinya silang pendapat di antara para ahli tentang perlu tidaknya melakukan operasi pada varikokel. Diantaranya berpendapat apabila sudah menimbulkan gangguan kesuburan maka merupakan indikasi untuk mendapatkan suatu operasi. Juga dilihat tingkat ringan beratnya varikokel tersebut. Seperti operasi varises di betis, maka operasi varikokel di sini merupakan jalan akhir setelah dengan pengobatan tidak bermakna hasilnya.

Tingkat keberhasilan operasi ini bisa dilihat dari berkurang/tambahnya volume testis dan perbaikan hasil analisis sperma serta tentunya pasangannya menjadi hamil.

Beberapa hal yang mungkin bisa mengurangi faktor terjadinya varikokel,antara lain:.

* Hindari berendam di air panas terlalu sering karena air panas bisa memengaruhi suhu di sekitar testis hingga merangsang terjadinya pelebaran pembuluh darah.

* Perbaiki pola makan dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan, seperti buah dan sayur.

* Sedapat mungkin hindari paparan zat kimia, listrik dan radiasi secara terus-menerus.

* hindari pemakaian terus menerus celana yang ketat.

Lancar Darah



Sirkulasi Darah Lancar, Hidup Lebih Sehat
Selasa, 13 April 2010 | 11:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Darah dalam tubuh manusia, ibarat oli atau pelumas pada mesin mobil atau motor. Mesin bakal rusak jika sirkulasi oli tersendat.

Begitu juga dengan tubuh manusia. Apabila aliran darah kurang lancar maka asupan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh juga bakal berkurang.

Hal itu tentu bisa berdampak pada melemahnya daya tubuh. Bahkan, sejumlah penyakit pun siap menyerang, seperti jantung, stroke, anemia, kanker, leukimia, dan lainnya gara-gara aliran darah dalam tubuh terganggu. Karena itu, sirkulasi darah harus lancar.

Kelancaran sistem transportasi atau sirkulasi darah ini sangat bergantung pada instrumen lainnya, seperti jantung dan pembuluh darah. "Jika terdapat gangguan pada jantung, pembuluh darah atau darah Anda sendiri maka sirkulasi dan transportasi pun menjadi terhambat," ujar Mulyadi Tedjapranata, pakar kesehatan Klinik Medizone.

Jadi, ada baiknya Anda memperhatikan kelancaran sirkulasi darah pada tubuh.

Biasanya, ungkap Mulyadi, gangguan sirkulasi darah terjadi karena timbulnya kerak atheromatous pada dinding pembuluh darah. Penyebab lainnya adalah peningkatan kekentalan darah, serta pengerasan pada dinding pembuluh darah.

Gangguan sirkulasi darah juga bisa terjadi akibat faktor keturunan. Misalnya, seseorang dari keluarga yang memiliki anggota keluarga pengidap penyakit akibat gangguan sirkulasi darah berpotensi terkena gangguan sirkulasi darah.

Marganda, pakar kesehatan dari Rumah Sakit Omni International Alam Sutera, menambahkan, faktor gaya hidup tidak sehat juga bisa menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah. Asal Anda tahu, serangan jantung dan stroke selama ini banyak menyerang orang yang gaya hidupnya tidak sehat, contohnya perokok serta peminum minuman beralkohol.

Pemilik kadar kolesterol tinggi dan kelebihan berat badan atau obesitas pun rentan terhadap serangan ini. "Dengan pola hidup seperti itu maka bakal banyak penyakit yang akan datang ke tubuh Anda," ucap Marganda.

Marganda menyarankan kita supaya mengurangi konsumsi bahan makanan yang bisa memicu penyakit asam urat, seperti kangkung, bayam, dan daging kambing. "Kandungan purinnya tinggi. Kalau asam urat tinggi sudah pasti sirkulasi darah juga terganggu," ujarnya.

Picu stroke dan jantung
Umumnya, penyakit yang timbul akibat gangguan sirkulasi darah adalah penyakit yang masuk kelompok kardiovaskular, seperti stroke dan jantung. Apabila gangguan terjadi pada pembuluh darah otak dapat menyebabkan serangan stroke.

Sebelum terjadi stroke sering timbul istilah Transient Ischaemic Attack (TIA) atau suatu serangan mendadak. Ini merupakan peringatan bagi penderita agar waspada dan berupaya menghindari terjadinya stroke.

Penyakit lain yang paling sering muncul akibat gangguan sirkulasi darah adalah serangan jantung. Serangan jantung terjadi karena gangguan sirkulasi darah pada pembuluh darah jantung. Hal itu terjadi akibat ada plak atau timbunan lemak di dinding bagian dalam pembuluh darah jantung. Padahal, pembuluh darah jantung bertugas menyuplai darah dan oksigen ke jantung. Apabila plak pecah maka akan terbentuk bekuan darah pada permukaan plak.

Lama-kelamaan bekuan,darah melebar sehingga dapat menghambat aliran darah ke bagian otot jantung. Jika tidak segera diatasi dapat terjadi kerusakan otot jantung atau disebut sebagai infark miokard. "Kalau gangguan sirkulasi terjadi pada seputar saraf yang mengendalikan pembuluh darah maka dapat menyebabkan penyakit neuritis," ujar Mulyadi.

Umumnya, penyakit yang ditimbulkan gangguan sirkulasi darah ini merupakan penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di dunia. Hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan, setiap dua detik kematian terjadi karena penyakit kardiovaskular.

Bahkan, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab sekitar 80 persen kematian penduduk di negara-negara berkembang. "Jadi risiko kematianya sangat tinggi," ujar Mulyadi.

Karena itu, setiap orang perlu mewaspadai gejala-gejala yang timbul apabila sirkulasi darah tidak lancar. Di antaranya kesemutan, kurang energi, cepat lelah, dan proses penyembuhan luka lebih lambat. Gejala lainnya adalah nyeri kepala, sulit berkonsentrasi, pandangan kabur, telinga berdengung, keringat dingin, nyeri dada, serta pikun pada usia lanjut. Gejala-gejala itu harus diwaspadai dan perlu segera diatasi karena bisa berakibat fatal. Cara menanganinya adalah dengan menjaga kelancaran sirkulasi darah.

Pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengurangi makanan berlemak, berhenti merokok, mengatasi stres, dan cukup istirahat, merupakan cara terbaik menjaga sirkulasi darah. 'Perubahan gaya hidup ini demi menjaga kesehatan," kata Marganda. (Raymond Reynaldi)

Dikutip dari kompas.com 13 April 2010